Showing posts with label Iptek. Show all posts
Showing posts with label Iptek. Show all posts

14 April 2009

Es Krim Dadiah Rasa Buah Olahan Mahasiswa UBH

Riwayat Center-PADANG--Siapa yang tidak mengenal dadiah? Makanan tradisional hasil fermentasi alami susu kerbau seperti yogurt yang rasanya asam dengan aroma spesifik ini hanya
ada di Sumatera Barat. Jika selama ini, orang hanya menggunakan dadiah sebagai pencampur ampiang atau dikenal ampiang dadiah tapi saat ini dadiah pun bisa diolah sebagai bahan pencampur cake atau menjadi jus dan sebagai bahan pencampur es cream

Kendati dadiah hanya terdapat di Sumbar, namun makanan ini masih belum menjadi trend mark makanan tradisional asal Sumbar secara menyeluruh. Tapi sekarang ditangan tiga orang mahasiswa Universitas Bung Hatta, dadiah menjadi Es Cream Dadiah Rasa Buah.

Didorong oleh jiwa kewirausahaan, Mellisa Fitri, mahasiswa Sastra Jepang dengan dua orang temannya Irvand dan Elsa Gita Azra, mahasiswa FKIP UBH, menjadikan dadiah sebagai produk baru berupa Es Cream Dadiah Rasa Buah, seperti rasa mangga, melon atau strawberri.

Menurutnya, selama ini umumnya dadiah tersebut, dikonsumsi langsung bersama nasi, dicampur dengan emping, ketan dibubuhi kepala parut dan gula merah serta dijadikan minuman yang segar. "Di kalangan anak muda makanan tradisional tersebut belum begitu populer", tegas Mellisa di sela-sela pembuatan es cream dadiah rasa buah di labor Biologi kampus III UBH.

Pembuatan es cream dadiah tersebut tidaklah begitu sulit, dengan bahan-bahan berupa dadiah, susu tepung full cream, gula, telur serta vanile, ditambah tepung maizena, hongkwe serta emulsifier. "Semua bahan-bahan tersebut setelah di blender lalu dibekukan selama lebih kurang 3 jam, maka es cream dadiah rasa buah sudah bisa disajikan", terang Melli.

Rasanya dadiah yang sudah dibumbui aroma buah terasa sangat menyegarkan. Jadi tidak perlu khawatir, bagi yang selama ini tidak menyukai dadiah, akan ketagihan dengan es cream dadiah rasa buah ini. (*/o)

Pecahan Asteroid yang Jatuh di Sudan Berhasil Dikumpulkan

KHARTOUM, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mengumpulkan pecahan asteroid yang sudah teramati dengan saksama sejak mengarah hingga jatuh ke Bumi. Asteroid yang diberi nama 2008 TC3 tersebut jatuh ke kawasan Gurun Nubian, Sudan, Oktober tahun lalu.

Penemuan pecahan asteroid bukan pertama kali terjadi. Namun, yang unik dari penemuan ini karena asteroid tersebut sudah terlacak dengan baik saat mengarah hingga jatuh. Proses penemuan seperti ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Asteroid sebesar mobil itu terlacak pertama kali oleh astronom Arizona, AS hanya beberapa hari sebelum jatuh ke Bumi. Jalur perjalanannya langsung dimonitor sejumlah teleskop dari seluruh dunia sehingga dapat diperkirakan lokasi jatuhnya.

Peter Jenniskens dari SETI Institut, California, yang menjadi penulis laporan pertama keberadaan asteroid tersebut kemudian melakukan perjalanan ke Sudan untuk melacaknya. Penelusuran yang menyeluruh akhirnya berhasil menemukan 47 pecahan untuk dianalisis.

"Asteroid ini terbuat dari material yang mudah pecah sehingga ia pecah pada ketinggian 37 kilometer sebelum berangsur-angsur jatuh perlahan," ujar Jenniskens. Menurutnya, jenis asteroid ini sangat langka dan jarang ditemukan.

Material penyusunnya disebut ureilite. Hasil perbandingan data menunjukkan asteroid 2008 TC3 tersebut termasuk muda dan baru mengarungi beberapa juta tahun di sekitar pusat tata surya.

Analisis terhadap pecahan-pecahan astroid tersebut akan memberikan banyak informasi untuk mengungkap proses pembentukan di ruang angkasa. Selain itu, para ilmuwan juga berharap dapat mempelajari lebih lanjut hubungannya dengan rute perjalanan asteroid agar dapat menyiapkan cara mengatasi asteroid lebih besar yang mungkin mengancam Bumi.

Pesawat Ulang-alik Discovery Mendarat di Florida

Riwayat Center-CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Pesawat ulang-alik Discovery mendarat mulus di Kennedy Space Center, Florida, Sabtu (28/3) sore atau Minggu pagi WIB. Tujuh awaknya sukses menjalankan misi selama 13 hari di ruang angkasa.

Pendaratannya terlambat 90 menit dari jadwal yang direncanakan karena cuaca buruk di sekitar landasan. Namun, cuaca membaik sehingga pendaratan tidak perlu ditunda lebih lama.

"Welcome home Discovery," demikian sambutan dari ruang pengendali misi begitu pesawat berhenti di ujung landasan.

Misi utama peluncuran Discovery kali ini adalah memasang sepasang panel surya terakhir di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Semua panel surya telah dipasang sehingga kini ISS memiliki pasokan listrik penuh dan siap dihuni enam awak atau dua kali lipat dari yang ada saat ini.

Selain itu, Discovery juga menjemput astronot NASA, Sandra Magnus, yang telah bertugas selama 134 hari di ISS sejak pertengahan November 2008. Sebagai gantinya, seorang astronot Jepang, Koichi Wakata, kini tinggal di ISS untuk beberapa bulan ke depan bersama dua awak lain. Koichi akan menjadi astronot Jepang pertama yang tinggal di ruang angkasa selama beberapa bulan setelah laboratorium Kibo milik Jepang dipasang di ISS tahun lalu.

Para awak Discovery juga membawa pulang lima liter air hasil penyaringan urine dan keringat para awak di ruang angkasa untuk dianalisis. Sampel tersebut dihasilkan dari alat pengubah urine dan keringat menjadi air minum yang dipasang di ISS. Jika uji toksisitas lolos, astronot bisa langsung minum hasil penyaringan alat tersebut sehingga tak perlu tergantung kiriman air dari Bumi.

Misi tersebut masih bagian dari proyek pembangunan ISS yang diperkirakan rampung tahun 2010. Peluncuran selanjutnya akan dilakukan pesawat ulang-alik Atlantis pada Mei, tetapi bukan ke ISS, melainkan untuk memperbaiki Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Minggu depan Atlantis akan bersiap di landasan peluncurannya.